Dosen HI UNIDA Gontor Ikuti Seminar “European Identity and Its Challenges”

Dosen HI UNIDA Gontor Ikuti Seminar “European Identity and Its Challenges”

Eropa merupakan salah satu regional yang turut mewarnai dinamika politik global. Selain itu, kawasan Eropa juga merupakan pusat peradaban global modern. Disamping itu Eropa juga menjadi pusat berkembangnya berbagai ilmu pengetahuan termasuk ranah kajian Hubungan Internasional (HI). Maka mempelajari atau memahami Eropa melalui kajian Eropa atau studi Eropa (European Studies) merupakan salah satu bentuk upaya pemahaman dinamika politik global. Kebutuhan akan kajian atau studi Eropa membuat para akademisi, khususnya di ranah kajian HI terus berupaya meningkatkan kualitasnya. Salah satu tantangan yang muncul, khususnya bagi para pendidik atau pengampu mata kuliah minat kawasan Eropa adalah penyusunan modul pembelajaran. Modul pembelajaran kajian Eropa yang disusun oleh para pendidik di Indonesia diharapkan tidak hanya menawarkan wawasan mengenai kawasan Eropa dan dinamikanya, namun juga memiliki semangat ciri ke-Indonesia-an.

Pada tanggal 4-6 Februari 2016 puluhan pendidik atau dosen program studi HI se-Indonesia hadir dalam rangkaian seminar dan workshop bertema “European Identity and Its Challenges”. Kurang lebih terdapat 26 dosen atau pendidik yang bertemu dan berdiskusi dalam rangkaian acara tersebut, termasuk salah satu dosen perwakilan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Puti Parameswari M. Si. Acara tersebut dilaksanakan di Star Hotel, Semarang oleh panitia sekaligus tuan rumah yaitu Universitas Wahid Hasyim Semarang. Acara yang berlangsung selama tiga hari yang didukung oleh AIHII (Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia) dan KIKE (Komunitas Indonesia untuk Kajian Eropa) tersebut diadakan guna membahas penyempurnaan modul kurikulum bagi mata kuliah kajian atau studi Eropa.

Rangkaian acara dibuka dengan seminar mengenai Identitas Eropa oleh beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya. Seminar bertajuk “European Identity and Its Challenges” yang diisi oleh Ibu Dewi Gustina Tobing, selaku perwakilan Kementrian Luar Negeri Indonesia; Bapak Charles-Michel Geurts, selaku Wakil Delegasi Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam; Bapak Muhadi Sugiono, selaku perwakilan Komunitas Indonesia untuk Kajian Eropa (KIKE), serta Bapak Eric Gunawan, salah satu dosen peneliti dari Universitas Pelita Harapan (UPH). Selanjutnya, agenda acara diisi oleh workshop penyusunan modul kurikulum kajian Eropa bagi program studi Hubungan Internasional. Dalam workshop tersebut, seluruh perwakilan universitas menunjukan modul kurikulum yang dibuat dan mempresentasikannya di hadapan seluruh peserta workshop yang terdiri dari para dosen HI. Dalam sesi tersebut, para peserta saling bertanya, berdiskusi serta memberi saran atau kritik membangun untuk memperbaiki modul kurikulum. Rangkaian acara ditutup dengan adanya pembahasan action plan. Pembahasan action plan memuat dialog antar peserta untuk mengeksekusi rencana yang telah disusun bersama. Seminar dan workshop kajian Eropa bervisi membuahkan penyusunan modul kurikulum bagi dosen atau pendidik, visi untuk membuat buku bersama serta pelaksanaan ToT (Training of Trainer) dan Konvensi Eropa pada sekitar bulan Agustus 2016 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *