Dosen HI Hadiri Konvensi Nasional VII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII)

Dosen HI Hadiri Konvensi Nasional VII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII)

Konvensi Nasional VII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) menyelenggarakan pertemuan tahunan yang diikuti oleh perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (Prodi HI) di Indonesia. Kini tercatat telah ada 66 prodi HI aktif dengan jumlah dosen 587 orang, belum termasuk dosen dari Prodi lain yang mengajar di Prodi HI. Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin, sebagai tuan rumah pelaksana Konvensi Nasional AIHII pada tanggal 22-25 November 2016, merancang kegiatan sesuai kekhasan yang menjadi karakter kajian akademik Universitas Hasanuddin.

Tema kemaritiman menjadi topik hangat, baik di level nasional maupun global. Hal ini membuka ruang bagi penstudi Ilmu Hubungan Internasional khususnya di Indonesia untuk mengembangkan kajian komprehensif terhadap peran dunia akademik dalam mendukung visi nawa cita pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. Benua Maritim Indonesia dalam Perspektif Hubungan Internasional menjadi wadah tukar pikiran, berbagi gagasan dan informasi para penstudi HI Indonesia dan pemangku kepentingan kunci dalam upaya pengembangan Ilmu Hubungan Internasional untuk kepentingan praktikal bagi masyarakat dan kepentingan nasional Indonesia.

Adapun kegiatan-kegiatan dalam Konvensi Nasional VII antara lain: seminar nasional dengan tema Kontribusi Ilmu Hubungan Internasional dalam Mendukung Perspektif Benua Maritim Indonesia; konferensi akademik dengan mengundang peserta konvensi untuk mempresentasikan paper dan hasil penelitian terbaru; temu organisasi yang membahas aspek keorganisasian AIHII yang terbagi dalam komisi akademik dan penelitian, keorganisasian AIHII, dan kerjasama dan pengabdian pada masyarakat.

Tujuan dari Konvensi Nasional VII AIHII  adalah untuk  mencari alternatif kolaborasi bagi organisasi ilmuwan Hubungan Internasional dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di pusat maupun di daerah, baik dalam maupun luar negeri, untuk turut serta bersama-sama mendukung kepentingan nasional khususnya dalam upaya mencapai tujuan pembangunan nasional berbasis maritim.

Konvensi nasional tersebut juga mendiskusikan perkembangan riset dalam bidang studi ilmu hubungan internasional untuk mendorong jaringan kerja diantara para penstudi ilmu hubungan internasional di Indonesia bagi upaya membangun riset kolaboratif maupun riset individual yang tersinergi dan membahas performa keorganisasian yang mewadahi ilmuwan hubungan internasional Indonesia untuk mendukung sinergisitas dalam mengembangkan ilmu hubungan internasional di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *