Dosen Agrotechnology UNIDA Mengikuti International Course di Belanda

Dosen Agrotechnology UNIDA Mengikuti International Course di Belanda

Netherland – Salah satu dosen UNIDA Gontor mendapat kesempatan untuk mengkuti International Course di Wegeningen University & Researh (WUR), Netherland. Beliau adalah Alfu Laila, S.P., M.Sc., dosen aktif Program Studi Agroteknologi. Kegiatan tersebut berjalan selama 12 hari dari tanggal 11-12 September 2017. Short Course tersebut merupakan agenda rutin yang diadakan setiap tahunnya. Dibuka bagi setiap orang diseluruh dunia terkhusus mereka yang berasal dari negara berkembang.

Short Course ini merupakan Schoolarship. Ustadzah Alfu Laila, S.P., M.Sc., mengatakan untuk mendapatkan beasiswa seperti ini cukup mudah, setelah mendaftar ke bagian Univesitas, kemudian kita mencari program beasiswa yang merupakan kerjasama antara Indonesia dengan negara yang kita inginkan, misalnya StuNed yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Belanda. Syaratnyapun terbilang enteng, yaitu mengisi formulir, membuat proposal jika diminta, mengirim berkas dan yang paling penting adalah skor TOEFL atau IELTS juga harus sesuai dengan persyaratan.

“Lost Harvest and Wasted Food”, merupakan judul course yang diikuti oleh ustadzah Alfu Laila. Judul ini dipilih karena sesuai dengan background beliau, sebagai pengajar mata kuliah Agronomi dan Postharvest. Peserta Course terdiri dari 26 peserta yang berasal dari 17 negara. Daftar Negara yang mengikuti antara lain Algeria, Bangladesh, Egypt, Ethiopia, Ghana, India, Indonesia, Kenya, Marocco, Mozambique, Nepal, Netherland, Nigeria, Philiphines, Tanzania, Thailand dan Uganda. Mereka mengikuti program full day dimulai dari jam 08.30-12.30 dan dilanjutkan dari 13.30-17.00.

Pada hari pertama mereka diajak tour mengelilingi kota Wegeningen bersama Mrs. Gordijn and Mrs. Koomen sebagai pemandu dalam acara short course ini. Sekeliling kota dipenuhi oleh hamparan pemandangan hijau. Sebagian masyarakat disini merupakan stakeholder dibidang pertanian. Memang tidak bisa dipungkiri, hal ini menjadi alasan mengapa Belanda menjadi negara yang maju di bidang pertanian dan Wegeningen UR menjadi universitas Nomor 1 di Dunia dalam bidang Natural Science.

Pada hari kedua mereka memulai untuk mengikuti course. Yang menarik dari proses pembelajarannya adalah metode Active Lerning. Mereka dibagi menjadi beberapa team work, kemudian menyelesaikan masalah yang ada dalam waktu 1 jam sebelum di presentasikan. Mereka juga mengunjungi berbagai tempat seperti foodbank, pasar, wisata sosial ke Zaanse Schans, Amsterdam, pertanian organik dan kebun binatang. Para peserta harus aktif untuk bertanya dimasing-masing tempat tersebut. Action Plan adalah produk akhir yang kemudian menjadi tindak lanjut bagi peserta untuk mewujudkannya di negara mereka masing-masing.

Salah satu pembahasan yang diangkat adalah masalah kehilagan hasil panen antara negara maju seperti Belanda dan negara berkembang seperti Indonesia. Di Negara Kincir angin kehilangan hasil panen bukan berada ditangan petani dan distributor seperti di Indonesia, melainkan di tangan pedagang. Makanan akan di tarik dari supermarket ketika 1 atau 2 bulan mendekati masa expired. Kemudian di masukkan ke foodbank, lalu dipilih yang layak untuk dikirim ke negara yang membutuhkan, sedangkan yang tidak layak akan diolah lagi. Salah satu teknologi pengolahan makanan tak layak konsumsi adalah dengan pengeringan, kemudian diolah menjadi produk lain.

“Permasalahan pertanian Indonesia menurut Prof. Bastian Brower adalah Attitude petani dalam penggunaan pestisida dan obat-obatan. Di Belanda hampir tidak ada penggunaan pestisida, mereka melakukan pertanian organik dengan hanya mengandalkan crop rotation. Kita tidak boleh 100% menyalahkan petani. Banyak perusahaan yang memproduksi pestisida kemudian megiming-imingi petani untuk membelinya. Sudah saatnya pertanian Indonesia bangkit dan mengembangkan Organik Farm dengan sistem Crop Rotation”, Ungkap Ustadzah Alfu Laila pada akhir wawancara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *