Universitas Darussalam Gontor

doa setelah wudhudoa setelah wudhu

Doa setelah wudhu yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

(Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluh. Allaahummaj’alnii mina-t-tawwaabiina waj’alnii minal mutathahhiriin)

doa sesudah wudhu
Doa sesudah wudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.

Adapun dalam hadith lain terdapat juga doa setelah wudhu yang lebih singkat

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

(Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahuu laa syariikalah. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluh)

doa sesudah wudhu singkat
Doa setelah wudhu (singkat)

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

Dalil Doa Setelah Wudhu dari Hadits

Adapun doa setelah wudhu di atas berlandaskan dari hadits Rasulullah SAW:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Artinya: “Barangsiapa berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya kemudian ia membaca doa (yang artinya) ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.’ Maka dibukalah delapan pintu untuknya delapan pintu surga yang dapat ia masuki dari mana saja ia mau.” (HR. Tirmidzi; hadits shahih)

Dan hadits lainnya menjelaskan tentang doa yang lebih singkat. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأَ فَيَسْبِغُ اْلوُضُوْءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةَ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

Artinya: “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya kemudian ia membaca doa (yang artinya) ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya’ kecuali dibukalah delapan pintu surga untuknya yang dapat ia masuki dari mana saja ia mau.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ahmad)

Arti dalam bahasa Inggris: “The Messenger of Allah (ﷺ) said: ‘Whoever performs Wudu’ and does it well, then says: “Ashhadu an la ilaha ill-Allah was ashhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh (I bear witness that there is none worthy of worship except Allah, and I bear witness that Muhammad is his slave and Messenger),” eight gates of Paradise will be opened for him, and he may enter through whichever one he wishes.'”

Keutamaan Berwudhu dan Berdoa Setelah Wudhu

Dalam dua hadits tentang doa setelah wudhu yang telah kami cantumkan sebelumnya, Rasulullah menerangkan keutamaan seseorang yang berwudhu dengan sempurna kemudian membaca doa setelah wudhu adalah dibukakan baginya delapan pintu surga dan ia dapat memasukinya dari manapun ia mau.

keutamaan berwudhu dengan sempurna dan membaca doa setelah wudhu
keutamaan berwudhu dengan sempurna dan membaca doa setelah wudhu

Penyusun: Al-Ustadz M. Taufiq Affandi, Alumni Fakultas Syariah, Universitas Darussalam Gontor, dan Kulliyatu Dirasaat Islamiyyah, Hamad Bin Khalifa University, Qatar Foundation, Qatar

Reviewer: Al-Ustadz Achmad Arif, Dosen Prodi Perbandingan Madzhab, Fakultas Syariah, Universitas Darussalam Gontor

Photo by: Mucahityildiz

Artikel Terkait Doa Setelah Wudhu:

Apakah Menyentuh Perempuan Membatalkan Wudhu?

Saatnya Menelaah Fiqh Maqashid dan Perubahan Sosial

UNIDA Gontor Adakan Konferensi Internasional tentang Usul Fiqh Perdana di Indonesia.

Apa itu “Shalat Sunnah Muthlaqah” sebelum shalat Jumat?

Video terkait:

Fiqh al-I’tilaf wa al-Ikhtilaf – Ustadz Muhammad Abu al Fath al Bayanuni – kuwait – part 4:

Taufiq Affandi

Taufiq Affandi

Leave a Replay