Di KBRI Brunei, Mahasiswi UNIDA Gontor Jajaki Peluang Membuka Usaha

Di KBRI Brunei, Mahasiswi UNIDA Gontor Jajaki Peluang Membuka Usaha

BRUNEI – Dalam rangkaian studi akademik  mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Fakultas Ekonomi dan Manajemen Pogram Studi Ekonomi Islam semester 4 ke Brunei Darussalam,  mereka mengunjungi Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) yang ada di Brunei Darussalam. Disini mereka disambut oleh Bapak Arko Hananto Budiadi, kepala perwakilan RI di Brunei Darussalam. Jum’at, (19/01/2018).

KBRI adalah perwakilan Indonesia di sebuah negara yang memiliki hubungan diplomatis dengan Indonesia. Ada beberapa tugas yang dimiliki oleh KBRI dan ada juga beberapa fungsinya. Diantara lain fungsi dari KBRI adalah fungsi ekonomi, fungsi politik, fungsi protokol konsuler dan juga fungsi sosial budaya.

mahasiswi UNIDA Gontor sedang berdiskusi bersama KBRI Brunei Darussalam

KBRI yang ada di Brunei Darussalam ini memilik tempat yang luas, hal ini salah satunya karena besarnya populasi masyarakat Indonesia di Brunei. Dari 471.000 ribu penduduk di Brunei, 1/4 nya adalah warga Indonesia. Warga Indonesia ini adalah mahasiswa/mahasiswi, tenaga kerja, pengusaha, dan yang lainnya. Dan banyak dari mahasiswa/mahasiswi Indonesia mengambil studinya di UNISSA, Universitas Islam Sultan Sharif Ali.

Dengan luasnya tempat KBRI, ada gedung yang biasanya digunakan untuk Sholat Ied dengan jumlah jama’ah hampir 1500 orang, dan KBRI Indonesia mulai memikirkan untuk perluasan tempat karena, memang tahun kemarin sudah tidak mencukupi kapasitasnya.

Dalam silaturahmi ini ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan mahasiswi ini. KBRI memiliki beberapa komunitas-komunitas hobi dan profesi dari warga Indonesia untuk meningkatkan persatuan warga Indonesia yang ada di Brunei Darussalam ini.

KBRI juga memberikan bantuan dalam memudahkan warga Indonesia yang ingin mengambil beasiswa studi di Brunei Darussalam ini. Dan juga dalam hal-hal yang lainnya.

Salah satu soal yang diutarakan oleh mahasiswi kepada KBRI dalam fungsi ekonomi tentang bagaimana cara untuk membuka usaha di Brunei Darussalam. Dan dijawab oleh Bapak Eko Himawan selaku fungsi ekonomi KBRI, membuka usaha di Brunei Darussalam ini sangatlah mudah, hanya dengan beberapa syarat,  seperti dua syarat yang sangat penting yaitu halal dan sehat. Dan dalam perizinan pun dimudahkan, hanya 3 hari dan juga dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.

Kunjungan ini merupakan kegiatan di hari ketiga studi akademik Mahasiswi Unida. Selama 9 hari studi akademik di Brunei Darussalam ini, mahasiswi UNIDA Gontor bertempat tinggal dan mendapat suport penuh dari UNISSA. [Nisa Fatikhah]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *