DEMA UNIDA Gontor Adakan Seminar No Valentine’s Day for Muslims Teenagers

DEMA UNIDA Gontor Adakan Seminar No Valentine’s Day for Muslims Teenagers

Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Upacara Romawi Kuno yang akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.

Sungguh ironis memang kondisi remaja saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslim berfikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme. Bahkan secara tegas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Daud). Dalil ini sudah cukup sebagai alasan terlarangnya merayakan hari valentine, apa pun bentuk perayaannya.

Departemen Kerjasama dan Eksternal Dewan Mahasiswa UNIDA Gontor mengadakan sebuah acara yang sangat spektakular dengan tema “Perayaan Hari Anti Valentin; No Valentin Day for Muslim Teenagers”. Acara yang diadakan pada hari Ahad, 14 Februari 2016 ini mengundang salah satu penulis novel ternama yang juga merupakan alumni KMI, S1 dan S2 Pondok Modern Darussalam Gontor, Ustadz Ma’mun Affany, M.Ud. Acara ini merupakan salah satu acara yang melibatkan beberapa peserta yang berasal dari luar kampus UNIDA, dan beberapa mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi yang ada di sekitar Ponorogo.

Demikian mengenai salah satu acara yang dilaksanakan oleh Departemen Kerjasama dan Eksternal Dewan Mahasiswa UNIDA Gontor. Masih banyak event-event lainnya yang akan dilaksanakan, apalagi menjelang 90 Tahun Gontor, terutama dalam membentengi pemikiran-pemikiran kaum muda Muslim di Indonesia umumnya dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk di dalamnya seminar-seminar pemikiran yang dibungkus dengan acara-acara menarik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *