DEMA Galang Solidaritas, “Rohingya Memanggilmu”

DEMA Galang Solidaritas, “Rohingya Memanggilmu”

UNIDA Gontor – Dunia Islam kini menangis kembali pasca meletusnya penindasan yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap masyarakat Muslim Rohingya. Banyak seruan dan kecaman dari berbagai belahan dunia, begitupun masyarakat Indonesia juga tidak tinggal diam menanggapi kejahatan manusia yang menjadikan ketidakstabilan keamanan dunia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu meringankan beban muslim di Rohingya.

Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pun turut andil dalam upaya meringankan beban muslim di Rohingya. Inisiatif yang dilakukan DEMA UNIDA Gontor sedikit berbeda dengan yang lainnya. Yakni melalui gerakan sholat 5 waktu berjamaah dan Qunut Nazilah di setiap rakaat terakhir. Kemudian menyiapkan dan menyebar kotak donasi terbaik di setiap titik strategis untuk didonasikan kepada korban tragedi tersebut.

Tidak hanya itu, Rabu malam (06/08) kemarin, aksi solidaritas Rohingya dilanjutkan dengan do’a bersama yang bertajuk “Rohingya Memanggilmu!” bertempat di Auditorium Gedung Utama lantai 4. Acara diawali dengan Teatrikal Puisi dipersembahkan oleh Tim Ilustrasi UNIDA Gontor sebagai upaya menyadarkan dan meningkatkan rasa kepedulian civitas akademika. Kemudian acara berlanjut dengan “Kajian Sejarah Tragedi Rohingya” yang diisi oleh Al-Ustadz Khairul Umam, M. Ec. Dengan semangat beliau mampu menghipnotis para audiens untuk lebih meningkatkan keimanan dalam membantu sesama muslim khususnya muslim di Rohingya.

“Kejadian rohingya ini adalah bukan terjadi tahun ini tetapi kejadian yang lama terus-menerus sejak kemerdekaan Burma yang kini menjadi Myanmar”, ujar beliau saat memaparkan sejarah adanya pemusnahan etnis Rohingya.

“Lalu kemana umat muslim sebelum-sebelumnya apakah setelah ribuan muslim disana dibantai baru kita melek? kita hanya terpesona dikehidupannya masing-masing tidak memikirkan umat” tutur beliau dengan rasa cemas.

“Rohingya adalah cermin, cermin dimana tingkat kepedulian kita. Kalau kepedulian kita berupa tindakan, gerakan-gerakan yang nyata,  maka ditanggapi itulah iman yang kuat , kalau tidak bisa dengan  tindakan minimal dengan lisan, kita omongkan kalau sekarang dengan bentuk tulisan. Maka  tulislah, kalaupun nulis tidak berani, ngomong tidak berani minimal hati kita perduli dan apa kata Rosulullah itu adalah selemah lemahnya iman.  Kalau sama sekali tidak perduli, terketuk saja tidak, semua orang menangis  peduli saja tidak apakah kita masih disebut mu’min? Apakah kita masih dikategorikan orang-orang yang beriman? Karena hati itu ad’aful Iman berarti dibawahnya kita tidak ada keimanan naudzubillah!” beliau menambahkan dengan sangat menggebu-gebu di penghunjung acara.

Alhasil dalam waktu satu hari donasi sementara terkumpul sebesar Rp 4.493.700,-. “Donasi ini akan terus berlanjut hingga hari Sabtu pukul 12.00 WIB”, ujar Achmad Farid sebagai wakil ketua DEMA UNIDA. Semoga dengan adanya acara ini bisa menjadi cerminan masyarakat luas umumya dan terkhusus umat muslim sebagai tolak ukur tingkat kepedulian terhadap saudaranya. Dan juga untuk umat muslim seluruh dunia semoga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi nya. [pub *wildan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *