Delegasi UNIDA Gontor Ikuti Lomba Debat di Univ. Wahid Hasyim

Delegasi UNIDA Gontor Ikuti Lomba Debat di Univ. Wahid Hasyim

Semarang, 27, 28, dan 29 Mei 2016. Bertepatan pada tanggal tersebut  telah diadakan  “ Humanitarian Law on international Relation & International Humanitaroian Law Debate Competition”  yang bertempatkan di Universitas Wahid Hasyim Semarang. Acara ini diselenggarakan oleh ICRC cabang Indonesia yang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Wahid Hasyim Semarang. Acara ini diikuti oleh 18 Universitas yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kompetisi debat ini diselenggarakan untuk menyeleksi tim debat mana yang akan mewakili Indonesia dalam kompetisi debat internasional Di wilayah regional Asia. Acara ini berlangsung selama 3 hari. Hari pertama diisi oleh seminar mengenai Hukum Humaniter Internasional (HHI) yang akan menjadi fokus debat nantinya.

Acara pada hari pertama ditutup dengan gala dinner yang dilaksanakan di Oak Tree Hotel Semarang. Pada hari kedua, diadakan babak penyisihan lomba debat. Di babak penyisihan ini, setiap universitas akan melakukan 3 kali debat guna menentukan universitas mana yang akan maju kebabak utama. Di babak ini, Universitas Darussalam berhadapan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Pada hari terakhir, diumumkan 8 universitas yang berhak mengikuti babak utama kompetisi debat. Pada akhirnya, Universitas Katolik Parahyangan Bandung yang menjadi pemenang kompetisi debat ini dan berhak mewakili Indonesia untuk Lomba debat tingkat regional Asia.

Kontingen Universitas Darussalam Gontor baru pertama kali menjadi peserta dalam lomba debat yang diselenggarakan oleh ICRC ini. Perbedaan pengalaman dan kesiapan sangat nampak ketika  berhadapan dengan universitas yang sudah berpengalaman seperti UGM dan UMY. Hal tersebut dapat terlihat dari persiapan mereka yang  lebih siap dibandingkan dengan perwakilan dari Universitas Darussalam Gontor. Mereka juga terlihat lebih berpengalaman, hal itu terlihat dari sikap mereka yang sangat tenang di dalam ruangan debat. Bahkan beberapa diantara mereka memang sudah disiapkan untuk mengikuti kompetisi debat.Hal ini menjadi perhatian bagi kontingen Universitas Darussalam Gontor yang memang masih minim pengalaman.

Pengikutsertaan dalam kegiatan tersebut, guna memotivasi mahasiswa untuk lebih mengetahui akan pentingnya ilmu debat dan untuk menerapkan Bahasa Inggris di lingkungan kampus, sebagai salah satu aktifitas pengembangan kompetensi mahasiswa di luar kelas.

Diharapkan uintuk kompetisi-kompetisi selanjutnya, kesiapan dan ketenangan menjadi focus utama para kontingen yang mewakili Universitas Darussalam Gontor.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *