Delegasi HI Unida Gontor Berpartisipasi dalam Indonesia Youth Summit 2015 di Jogjakarta

Delegasi HI Unida Gontor Berpartisipasi dalam Indonesia Youth Summit 2015 di Jogjakarta

Delegasi Prodi Hubungan Internasional Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengikuti agenda Indonesian Youth Summit (IYS) 2015. Acara ini diselenggarakan oleh Youth Studies Centre (YouSure) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada hari Selasa, 27 Oktober 2015 di Hall Seminar Timur Fisipol UGM. Acara yang disponsori oleh Search for Common Ground Indonesia ini dihadiri oleh pemuda dari berbagai kalangan di Indonesia, seperti pelajar, mahasiswa, aktivis dll. Tema acara ini adalah “Pemuda dalam Menolak Diskriminasi dan Intoleransi”. Dalam acara ini, delegasi mahasiswa Prodi HI Unida Gontor lolos seleksi Call for Essay dan maju sebagai finalis bersama 18 delegasi lain. mereka adalah Ikhalid Rizqy Al Raihan dan Muhammad Irfan Al Amin.

Acara ini dimulai dengan seminar nasional dengan narasumber Wahyu Effendy, S.E., M.M, ketua Gerakan Perjuangan Anti Diskriminasi (GANDI), Hakimul Ikhwan. Ph.D, dosen Fisipol UGM, Dian Arymami. S.IP., M.Hum, dosen Ilmu Komunikasi UGM dan Hardya Pranadipa, S.IP, Head of Project Search for Common Ground Indonesia. Materi yang disampaikan adalah:

  1. Problem dan Tantangan Gerakan Anti Diskriminasi dan Intoleransi di Indonesia: Refleksi dan Pemikiran Strategis (Wahyu Effendy, S.E., M.M)
  2. Dinamika Gerakan Kaum Muda Intoleran di Indonesia: Potret dan Refleksi (Hakimul Ikhwan, Ph.D)
  3. Potret Intoleransi Kaum Muda di Panggung Media: Intoleransi dalam Media Sosial (Dian Arymami, S.IP., M.Hum)
  4. Mengakhiri Intoleransi & Diskriminasi: Penguatan Inisiatif Bina Damai Pemuda melalui Amman Youth Declaration on Peace and Security (Hardya Pranadipa, S.IP)

 

 

Kegiatan berikutnya adalah diskusi panel. Dalam acara ini, seluruh finalis mempresentasikan esai yang mereka tulis di hadapan dewan juri dan peserta lain. Seluruh finalis berjumlah 18 orang terbagi ke dalam 5 subtema, yaitu Agama, Pendidikan, Disabiltias, Gender, Ras dan Etnis. Delegasi HI Unida Gontor mempresentasikan esainya di dua subtema berbeda. Ikhalid Rizqy Al Raihan untuk Ras dan Etnis dengan judul Esai “Stategi Pondok Modern Gontor dalam Memerangi Diskriminasi Ras dan Etnis” dan Muhammad Irfan Al Amin untuk subtema Pendidikan dengan judul esai “Pesantren dan Pergerakan Pemuda”.

 

Acara dilanjutkan dengan kampanye anti diskriminasi melalui pemutaran film dokumenter.  Ada 3 film yang ditampilkan dalam sesi ini. Seluruh film ini digarap oleh mahasiswa dan pelajar di bawah bimbingan Search For Common Ground Indonesia. Setelah film diputarkan, sesi diskusi digelar antara produsen film dan seluruh peserta.

Acara ini menanamkan anti diskriminasi dan intoleransi kepada setiap pemuda. Dengan adanya acara ini, para peserta dapat memahami bahaya diskriminasi dan bagaimana menciptakan suasana damai tanpa kekerasan dalam menghadapi keragaman. Keragaman yang menjadi sunnatullah hendaklah disikapi dengan bijak dan perbedaan pendapat dihadapi dengan jalur yang positif seperti diskusi dan dialog. Dengan ini akan tercipta masyarakat yang damai tanpa diskriminasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *