Belajar Islamisasi, UMY Utus Dosen Ke UNIDA Gontor

Belajar Islamisasi, UMY Utus Dosen Ke UNIDA Gontor

UNIDA GONTOR – Kamis-Jum’at, 23-24 Agustus 2018, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengirim 16 utusan untuk mengadakan kunjungan ke Universitas Darussalam Gontor. Mereka terdiri dari 12 dosen dan 4 staf. 12 dosen ini merupakan perwakilan dari beberapa prodi yang ada di UMY, khususnya prodi-prodi yang berkaitan dengan ilmu-ilmu umum seperti teknik informatika, teknik sipil, teknik mesin, kedokteran, dan sebagainya.

Kunjungan ini merupakan kerjasama antara UMY dan UNIDA Gontor dalam pengembangan program Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Kunjungan ini merupakan inisiatif dari UMY yang ingin belajar tentang Islamisasi ilmu pengetahuan di UNIDA Gontor. Dengan dimotori oleh Tim dan dosen-dosen dari Pusat Islamisasi UNIDA Gontor, pembelajaran dilakukan dengan diadakan workshop dan sharing session.

Sesi pertama diadakan pada hari Kamis dari pagi sampai siang, sesi ini diisi oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil., Wakil Rektor I Universitas Darussalam Gontor yang sekaligus membuka acara tersebut. Pada sore harinya, tepatnya ba’da Ashar dilanjutkan dengan sesi kedua tentang Sekularisme yang disampaikan oleh Ustadz Hasib Amrullah, M.Ud. Malam harinya dilanjutkan dengan sharing session antara utusan-utusan UMY bersama dengan Tim Pelaksana Pusat Islamisasi UNIDA diantaranya ialah Ustadz Fardana Khirzul Haq, M.Si., Ustadz Novriyanto, M. Ud., Ustadz Shohibul Mujtaba’, M.Ud., Ustadz Faqih Nidzom, M.Ud dan Ustadz Taqiyuddin, S.H.I., Sesi terakhir dilanjutkan esok harinya yang diisi oleh Ustadz Dr.  Nur Hadi Ihsan, MIRKH.,  dan Ustadz Dr. Kholid Muslih, M.A. selaku Direktur Pusat Islamisasi UNIDA Gontor.

Ustadz Hasib Amrullah, M.Ud. Selaku pemateri, yang saat ini juga menjadi Kepala Direktorat Kepengasuhan UNIDA Gontor menyatakan, kerjasama antara UMY dan UNIDA Gontor dalam bidang Islamisasi ini perlu dikembangkan lebih lanjut. “Karena dari diskusi dan perbincangan seperti ini dapat mematangkan pelan-pelan konsep Islamisasi yang kita perjuangkan, sehingga menjadi lebih komprehensif dan bermanfaat”. Disamping itu, kerjasama ini juga bisa dilaksanakan dalam rangka memperluas jaringan, karena permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh sekelompok orang saja. Melainkan, harus diselesaikan bersama-sama. [Fikrul/Ed. Wafi]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *