Beasiswa di Qatar untuk Tingkatkan Bahasa Arab; Berikut Kisahnya

Beasiswa di Qatar untuk Tingkatkan Bahasa Arab; Berikut Kisahnya

Setiap tahunnya, UNIDA Gontor mendapat 2 beasiswa dari Qatar University untuk mengikuti program peningkatan Bahasa Arab di Qatar University. Pada tahun akademik 2018-2019, UNIDA Gontor mengirimkan Ifa Rodifah Nur dan Hilmi Qudratullah Furqan sebagai penerima beasiswa. Berikut laporan dari Hilmi Qudratullah Furqan, yang baru saja menyelesaikan program tersebut.

Untuk meningkatkan Bahasa Arab guru dan mahasiswa di Gontor, Universitas Darussalam Gontor kerap mengirim utusan dari kalangan guru KMI, dosen Unida Gontor ataupun mahasiswanya untuk mengikuti kursus kursus Bahasa Arab di luar negeri, khususnya di Universitas Qatar selama 8 bulan.

Qatar, negara di semenanjung Arabia yang terkenal kaya akan minyak dan gasnya ini membuka pintu lebar lebar terhadap orang asing untuk mempelajari Bahasa Arab di negerinya, dari negara negara muslim maupun non muslim pun mereka ingin mempelajari bahasa kedua yang dipakai PBB ini.

Tidak hanya diajarkan Bahasa Arab, para pelajar pun diajarkan tentang kebudayaan yang ada di negara Arab khususnya negara Qatar, sehingga mereka mengerti dan paham bagaimana bangsa Arab dan budayanya.

museum industri minyak beasiswa qatar
Mengunjungi Museum Industri Minyak Qatar

Para pelajar yang tentunya berasal dari berbagai belahan dunia ini pun mengikuti seluruh program yang ada di program Bahasa Arab untuk non-native speaker ini, tanpa terkecuali.

Program bahasa di Universitas Qatar ini terdiri dari empat tingkatan, yaitu beginner 1, beginner 2, intermmediate 1 dan advance, untuk menentukan level pengajaran ini tentunya diadakan ujian yaitu reading, listening dan writing, dalam Bahasa Arab.

Jumlah pelajar yang mengikuti program ini 70 pelajar dari berbagai negara, seperti India, Turki, Vietnam, Amerika Serikat, Brazil, Bosnia, Rusia, Korea Selatan, Indonesia dan lain sebagainya.

Belajar bahasa dan budaya

Seperti yang telah ditulis di atas, tidak hanya bahasa yang dipelajari tapi literatur dan budaya bangsa Arab ditambahkan sebagai pengetahuan bagi pelajar asing yang ada di Qatar.

museum industri - beasiswa qatar
Berkunjung ke Museum Industri

Pada hari-hari tertentu pusat Bahasa Arab di Universitas Qatar mengadakan tour bagi para pelajar ke tempat-tempat menarik, terutama dalam sejarah kebudayaan timur tengah, dan beberapa museum sehingga para pelajar pun dapat melihat langsung bagaimana kebudayaan bangsa Arab yang asli secara langsung dan tidak merasa bosan dengan pelajaran Bahasa Arab yang setiap hari dipelajari.

Ada juga youm tsaqafi, atau hari seni dan budaya dimana pelajar mendapatkan tugas tugas penting di acara ini, diantaranya presentasi tentang tokoh-tokoh keilmuan Islam, menyanyikan lagu lagu Arab, membaca syair dan debat Bahasa Arab. Acara ini di adakan dua kali yaitu pada bulan November dan bulan Maret.

Acara “Hari Budaya” atau Youm Tsaqafi

Selain melalui berbagai tour yang diadakan oleh pusat bahasa Universitas Qatar, para pelajar sering berkunjung ke souq waqif setiap malam jumat untuk menikmati berbagai pertunjukan Arab klasik, atau hanya sekedar minum the sambil menikmati araoma bakhur yang dibakar dan menyebar ke sudut sudut pasar.

Katara yang merupakan pusat galeri budaya dan pertunjukan budaya pun sering dikunjungi pelajar.

Berkunjung ke stasiun radio Sout al-Khaleej dan TV Aljazeera

Salah satu pelajaran yang diberikan oleh program Bahasa Arab di Universitas Qatar adalah Arabic media, yaitu belajar bahasa media Arab, dari sini para pelajar mendapatkan hal hal baru dari segi mufrodat, tarkib dan bagaimana membawa berita dalam Bahasa Arab.

Maka dari itu pusat bahasa memberikan kesempatan untuk mengunjungi stasiun radio Sout al-Khaleej dan Aljazeera untuk mengenalkan media informasi yang sering disimak dan ditonton oleh sebagian besar warga dunia.

Di radio Sout al-Khaleej para pelajar asing disambut oleh ustadzah Maha Umm Jasim, Direktur Penyiaran radio soutul khaleej dan para pelajar diminta untuk direkam dalam rangka hari nasional Qatar mereka mengucapkan Qatar akan tetap merdeka dalam bahasa negara mereka masing masing.

Berbeda dengan Sout al-Khaleej, di kantor berita Aljazeera para pelajar diberikan seminar khusus tentang tv Aljazeera dan sejarah berdirinya, bagaimana debut Aljazeera dikancah internasional, dan bagaimana mereka menyikapi boycott dari negara negara yang anti terhadap channel berita tersebut. Namun sebelum itu para pelajar di ajak berkeliling keruangan siaran, ruangan operator dan ruangan editor.

Mahasiswa Indonesia di Qatar dan berdirinya PPIQA

Tidak banyak mahasiswa Indonesia yang berada di Qatar, kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa Indonesia yang terlahir di Qatar, dan telah hidup lama di Qatar, bahkan mereka sudah menjadi warga negara Qatar.

Namun ada saja mahasiswa yang berasal dari Indonesia, dan kebanyakan dari mereka kuliah di Qatar Foundation, diantaranya adalah HBKU (Hamad Bin Khalifa University) dan CMU (Carnegie Mellon University).

Jauh sebelum berdirinya PPIQA, para mahasiswa Indonesia kelahiran Qatar membuat sebuah organisasi guna menyatukan mereka dan mengingatkan mereka akan Indonesia bernama QISA (Qatari Indonesian Student Association) lalu setelah masuknya beberapa mahasiswa Indonesia yang bukan kelahiran Qatar organisasi ini membentuk PPIQA (Persatuan Pelajar Indonesia Qatar).

Untuk program Bahasa Arab, pelajar dari Indonesia berjumlah 6 orang, dua dari Unida Gontor, dua dari UNJ, satu dari perusahaan wisata Bali, dan satu alumni Pondok Pesantren Assalam Solo.

beasiswa di qatar - pemilu di qatar
Menjadi
Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara Luar Negeri di Qatar

Beberapa mahasiswa Indonesia juga berkesempatan untuk mengajar ngaji anak-anak dan remaja Indonesia di Kaifa (kajian intensif islam) sebuah organisasi komunitas muslim Indonesia di Qatar, sehari dalam seminggu yaitu pada hari Sabtu di gedung pusat seni budaya Islam al-Fanar.

Selain mengajar di KAIFA, sebagaian mahasiswa melibatkan diri menjadi panitia KPPSLN (Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara Luar Negeri) yang berjalan sangat tertib dan rapi.

Youm Takharruj, Hari Wisuda Kelulusan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *