Bahas Etika dan Regulasi Media Massa, Prodi Ilkom UNIDA Gontor gandeng Kepala KPI Jawa Timur

Bahas Etika dan Regulasi Media Massa, Prodi Ilkom UNIDA Gontor gandeng Kepala KPI Jawa Timur

Darussalam – Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali meningkatkan kemampuan mahasiswanya, kali ini melalui Program Studi Ilmu Komunikasi yang mengadakan sebuah seminar bertajuk “Seminar Etika dan Hukum Pers” dengan bertemakan ‘Membincang Etika dan Regulasi Media Massa dalam Konteks Demokrasi Media di Indonesia’. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu (11/11) lalu.

Program Studi Ilmu Komunikasi mendatangkan dua orang narasumber dalam acara ini. Yang pertama adalah Drs. Wisnu Martha Adiputra, M.Si, beliau adalah seorang dosen sekaligus peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM). Dan yang kedua adalah Drs. Syaifuddin Zuhri, M.Si, beliau adalah Kepala Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Jawa Timur.

Acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 pagi dengan dibuka langsung oleh Bapak Dekan Fakultas Humaniora, KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi. Dalam sambutannya, beliau menghimbau para mahasiswa untuk bersyukur, khususnya bagi mahasiswa ilmu komunikasi. Selain itu, beliau juga mengharapkan mahasiswa untuk mengambil sebanyak-banyaknya ilmu dalam acara ini.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Drs. Wisnu Martha Adiputra, M.Si. pertama-tama beliau mengenalkan sedikit tentang hak manusia untuk berkomunikasi, dan dikaitkan dengan kebebasan media zaman sekarang.

Beliau juga menjelaskan tentang konsep One Media (satu untuk banyak orang) yang terdapat dalam media massa sekarang, lengkap dengan sedikit aturan-aturan yang sebenarnya ada, namun tidak terlaksana dengan baik, seperti TV yang seharusnya tidak boleh nasional, dan media yang seharusnya netral.

Setelah kurang lebih satu jam pemberian materi, acara dilanjutkan dengan ‘coffee break’. Disini para peserta disuguhi makanan kecil dan minuman hangat seperti teh dan kopi sambil mengistirahatkan badan dan pikiran sebelum menerima materi selanjutnya.

Acara dimulai kembali pada pukul 09.30 dengan pemberian materi oleh Drs. Syaifuddin Zuhri, M.Si. Sejalan dengan kedudukan beliau sebagai Kepala KPID Jawa Timur, beliau menjelaskan tentang konsep penyiaran dan hal yang perlu diperhatikan dalam penyiaran. Disini beliau mengambil tema ‘Dari Gontor untuk Indonesia’. Penjelasan beliau diawali dengan pengenalan tentang generasi gadjet yang telah lahir 15 tahun terakhir ini, “Lahirnya generasi gadjet sangat berpengaruh dan memberikan dampak perkembangan era globalisasi yang terjadi saat ini.” Jelas beliau.

Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang regulasi penyiaran yang mulai berkembang sejak era reformasi, hingga dibentuknya KPI yang berwenang mengawasi penyiaran di televisi dan radio. Tapi sekarang kewenangan izin penyiaran dipegang oleh pemerintah, KPI hanya berada di lapisan kedua. Beliau juga menjelaskan perbedaan pers di era Orde Baru dan Reformasi, wewenang dan tugas KPI. Dan di akhir, beliau menyebutkan sebuah kalimat dari Pemimpin Kompas, “Etika selalu berpulang kepada pandangan moral para pelaku media massa itu sendiri” katanya.

Acara lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak mahasiswa antusias dan tertarik untuk bertanya tentang keadaan media massa sekarang yang memang bisa dibilang berjalan dengan baik. Namun, pertanyaan harus terhenti karena waktu yang terbatas. Acara pun ditutup pada pukul 12.00. dan dilanjutkan dengan perfotoan bersama.

Acara ini diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa, terdiri dari mahasiswa Prodi Ilmu komunikasi, dan Tamu undangan yang datang dari dalam dan luar kampus UNIDA. Dari dalam kampus, panitia mengundang perwakilan satu orang dari setiap prodi di UNIDA. Dan dari luar kampus, panitia mengundang perwakilan dari UNSURI dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan para mahasiswa dapat memahami proses penyiaran yang kita dengarkan sehari-hari dari televisi maupun radio, dan juga dapat mengkritisi acara-acara yang kurang sesuai dengan norma dan aturan agar penerus media massa nantinya dapat bergerak sesuai aturan yang berlaku dan ikut serta membangun kemajuan dan kecerdasan bangsa.(yk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *