Apa itu “Shalat Sunnah Muthlaqah” sebelum shalat Jumat?

Apa itu “Shalat Sunnah Muthlaqah” sebelum shalat Jumat?

Al-Ustadz Dr. Mulyono Jamal,   dalam kultum selepas shalat maghrib pada Kamis (24/1) di Masjid UNIDA Gontor, menjelaskan fadhilah dari keutamaan menghadiri majlis Jumat pada awal waktu dan apa yang dapat dilakukan saat menunggu waktu shalat Jumat. Salah satu yang dapat dilakukan saat menanti waktu adalah dengan melaksanakan shalat sunnah muthlaqah.

Beliau menyampaikan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ، – يَعْنِي ابْنَ زُرَيْعٍ – حَدَّثَنَا رَوْحٌ، عَنْ سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قُدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّيَ مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى وَفَضْلَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ‏”‏ ‏

Artinya: “Barangsiapa yang mandi kemudian mendatangi Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan diam (mendengarkan khutbah) hingga selesai, kemudian ia lanjutkan dengan shalat bersama Imam, maka akan diampuni (dosa-dosa yang dilakukannya) antara hari itu dan hari jum’at yang lain. Dan bahkan hingga lebih tiga hari.” (HR. Muslim no. 857).

Beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “fashalla ma quddira” (shalat semampunya) adalah melaksanakan shalat sunnah muthlaqah. Shalat sunnah muthlaqah adalah shalat sunnah yang tidak terikat waktu dan jumlahnya. Shalat sunnah muthlaqah dapat dilaksanakan kapan saja selama tidak pada waktu yang dilarang untuk melaksanakan shalat.

Berangkat ke Masjid pada awal waktu di hari Jum’at adalah sunnah

“Jadi, sembari menanti shalat jumat, lakukanlah shalat sunnah muthlaqah ini sebanyak-banyaknya,” papar beliau, yang kini diberi amanah selaku kepala pengurus Ta’mir Masjid UNIDA Gontor. Selain itu, untuk menanti datangnya waktu, kita juga dapat membaca al-Quran.

Untuk dapat melaksanakan shalat sunnah muthlaqah dan membaca quran sebelum shalat jumat, tentunya kita harus hadir ke masjid sebelum adzan dikumandangkan. Beliau mengutip hadits Rasulullah SAW:

وعن أبي هريرة رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قال‏:‏ ‏ “‏من اغتسل يوم الجمعة غسل الجنابة، ثم راح في الساعة الأولى فكأنما قرب بدنة، ومن راح في الساعة الثانية، فكأنما قرب بقرة، ومن راح في الساعة الثالثة، فكأنما قرب كبشًا أقرن، ومن راح في الساعة الرابعة، فكأنما قرب دجاجة، ومن راح في الساعة الخامسة، فكأنما قرب بيضة، فإذا خرج الإمام، حضرت الملائكة يستمعون الذكر‏”‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏ ‏.‏

Artinya: Barang siapa mandi pada hari Jum’at seperti mandi junub, kemudian pergi ( ke masjid ) pada waktu yang pertama, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor unta. Dan barang siapa yang datang pada waktu kedua, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor sapi. Dan barang siapa yang datang pada waktu yang ketiga, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor domba yang bertanduk. Dan barang siapa yang datang pada waktu yang keempat, maka seakan-akan dia berkurban dengan seekor ayam. Dan barang siapa yang datang pada waktu yang kelima, maka seakan-akan dia berkurban dengan sebutir telur. Maka, jika imam telah keluar, malaikatpun bergegas untuk mendengarkan khutbah.” ( HR Bukhari dan Muslim )

“Untuk itu kita harus bergegas ke masjid di hari Jum’at,” papar Wakil Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam yang mengampu pelajara Ushul Fiqh di Fakultas Syariah ini. [Taufiq]

 

 


Note: English translation of the Hadith:

Abu-Huraira reported Allah’s Apostle (ﷺ) as saying:

He who took a bath and then came for Jumu’a prayer and then prayed what was fixed for him, then kept silence till the Imam finished the sermon, and then prayed along with him, his sins between that time and the next Friday would be forgiven, and even of three days more.
Abu Hurairah (May Allah be pleased with him) reported:

The Messenger of Allah (ﷺ) said, “He who takes a bath on Friday, like the bath for ceremonial purity, and then goes (to the mosque), he is like one who offers a camel as a sacrifice to seek the Pleasure of Allah; and he who comes at the second hour is like one who offers a cow to win the Pleasure of Allah; and he who comes at the third hour is like one who offers a ram with horns (in sacrifice); and he who comes at the fourth hour is like one who offers a hen; and he who comes at the fifth hour is like one who offers an egg. And when the Imam ascends the pulpit, the angels (who write the names of those who come to the mosque before the coming of the Imam) close (their record) in order to listen to the Khutbah.”

[Al-Bukhari and Muslim]. Book 9, Hadith 165

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *