Ulama adalah pewaris nabi dank arena itu mereka dituntut untuk memainkan peran para nabi, yaitu menyampaikan ilmu pengetahuan, memperbaiki keimanan dan akhlak masyarakat, sekaligus member pemecahan bagi persoalan-persoalan yang dihadapi umat mereka.

Di Indonesia, misalnya, para ulama berhadapan dengan tantangan dakwah yang berupa gerakan kristenisasi, gerakan aliran kepercayaan dan kebatinan, gelombang budaya Barat yang berupa hedonism, materialisme, kapitalisme, dsb. yang menjauhkan umat dari agama. Juga tantangan pemikiran keagamaan Islam dengan masuknya konsep-konsep, pendekatan, metodologi dan filsafat liberalisme, sekularisme, pluralisme agama, relativisme, nihilism, dan lain sebagainya yang umumnya dating dari Barat.

Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan sebuah proses kaderisasi ulama yang memfokuskan pada tiga hal: pertama pendalaman ulang ilmu-ilmu Islam yang fundamental dalam rangka menjawab tantangan pemikiran di atas; dan kedua mengenal dan mendalami metodologi, ideologi, dan konsep-konsep kunci peradaban Barat yang telah merasuk ke dalam pemikiran umat Islam; dan ketiga mendalami teknik dan metode ghazwul fikri dalam bentuk training-training jurnalistik, leadership, multi media, dan lain sebagainya.

Visi

Mendidik kader-kader ulama masa depan agar dapat:

  1. Menguasai ilmu pengetahuan Islam, baik tradisional maupun kontemporer.
  2. Mampu merespon tantangan umat baik dalam bidang pemikiran, dakwah, pendidikan, politik, ekonomi, budaya, dsb.
  3. Mampu mengembangkan potensi dan ieterampilan diri dalam memperluas ilmu pengetahuan, mengembangkan strategi dakwah, meningkatkan manajemen pendidikan, memupuk kepemimpinan sosial dan politik, dsb.

Misi

Membekali kader-kader ulama dengan memfokuskan pada:

  1. Penguasaan ilmu-ilmu dasar keislaman, seperti al-Qur’an, tafsir, hadits, fiqh, ushul fiqh, dan sebagainya.
  2. Pemahaman tentang tantangan pemikiran Islam kontemporer yang berasal dari metodologi, ideology, dan filsafat asing khususnya Barat yang berupa westernisasi, globalisasi, liberalisasi, sekularisasi, pluralism, relativisme, dan lain sebagainya.
  3. Identifikasi peta potensi umat Islam dan dunia Islam dalam bidang pendidikan dakwah, ekonomi, politi, dan budaya.
  4. Pengembangan potensi diri dalam memimpin, mendidik, berdakwah, berusaha, berpolitik, mengembangkan ilmu (self study), dsb.
  5. Pengembangan potensi diri dalam berdiskusi, berdebat, berpolemik, berdialog, baik secara lisan maupun tulisan.

Materi, Metode Kajian, dan Pelatihan

Kajian Ilmu-ilmu Islam

A. MATERI

1. Kajian al-Qur’an

  • Memahami sejarah teks al-Qur’an.
  • Memahami kedudukan al-Qur’an dalam Islam.
  • Memahami pandangan dan serangan orientalis terhadap teks al-Qur’an.
  • Merespon pandangan cendekiatan muslim tentang al-Qur’an seperti Nashir Hamid Abu Zaid, Muhammad Arkoun, dll.

2. Kajian Tafsir

  • Mengkaji metodologi tafsir dan ta’wil.
  • Mencari hubungan dan perbedaan tafsir dan ta’wil.
  • Merespon tantangan metodologi tafsir dan ta’wil yang berupa hermeneutika.
  • Mengkaji penafsiran ayat-ayat tertentu yang dikatikan dengan faham liberalism, sekularisme, pluralisme agama, feminisme gender, demokrasi, dsb.

3. Kajian Hadits

  • Mengkaji ilmu hadits dirayah dan riwayah.
  • Mempelajari metode cepat dalam pengecekan kesahihan suatu hadits.
  • Merespon serangan orientalis dan cendekiawan muslim terhadap hadits.

4. Kajian Fiqh

  • Mengkaji sejarah ilmu fiqh dan madzahib.
  • Mengkaji ulang metodologi pengambilan hokum dalam Islam.
  • Mempelajari pendapat empat madzahib dalam beberapa kasus.
  • Merespon upaya dekontruksi syari’ah yang diangkat oleh kelompok cendekiawan muslim dan orientalis.
  • Mengkaji fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Majelis Ulama Negara-negara Islam.

B. METODE

  • Tatap muka.
  • Penugasan (penulisan paper).
  • Presentasi dan diskusi.
  • Workshop dan seminar.

 

Kajian Peradaban Barat

A. MATERI

  • Mengkaji akar peradaban Barat, melacak lahirnya peradaban Barat, hubungan antara gereja dan negara, antara sains dan agama, dan melacak karakteristik peradaban Barat masa kini.
  • Mengkaji agama dalam peradaban Barat; mendalami perkembangan pemikiran keagamaan di Barat dari teologi yang dikuasai gereja hingga diskursus pengalaman keagamaan dan filsafat khususnya dari zaman modern hingga pos-modern.
  • Mengkaji konsep-konsep penting peradaban Barat; mengkaji konsep-konsep sekularisme, materialism, liberalism, sosialisme, kapitalisme, dan relativisme.
  • Mengkaji tantangan pemikiran Islam dan Barat; mengkaji aliran pemikiran Barat yang masuk ke dalam pemikiran Islam berupa pemikiran dan gerakan social seperti liberalism, sekularisme, pluralism agama, feminism, dan hermeneutika.

B. METODE

  • Tatap muka.
  • Kajian independen.
  • Penulisan paper.

 

Pengembangan Wawasan

A. MATERI

Mengetahui berbagai problematika umat yang berguna bagi pengembangan wawasan kader ulama, seperti problematika dakwah, aliran-aliran kebatinan, syi’ah, ahmadiyah, kristologi, politik Islam, ekonomi Islam, peradaban Islam, pesantren dan pendidikan Islam.

B. METODE

  1. Tatap muka.
  2. Kajian independen.
  3. Penugasan (Resensi buku).

 

 

Peningkatan Ketrampilan

A. MATERI

Meningkatkan ketrampilan berdakwah khususnya dalam berdebat, berdiskusi, berdialog, baik secara lisan maupun tulisan; memperkenalkan atau meningkatkan ketrampilan menggunakan multimedia untuk dakwah (internet, tele-conference, e-mail, website, dsb.); meningkatkan ketrampilanmenulis karya ilmiah (buu atau makalah)

B. METODE

  • Praktik

 

Tenaga Pengajar

Tenaga pengajar untuk program ini terdiri dari pimpinan pesantren; Doktor bidang al-Qur’an, tafsir, hadits, fiqh, pemikiran Islam (kalam, falsafah, tasawuf), dan bidang peradaban Islam; pakar-pakar dalam bidang ghazqul fikri, kristologi, multimedia, jurnalistik, dsb.

Waktu dan Biaya

Jangka waktu untuk Program Kaderisasi Ulama adalah 6 bulan. Sementara itu, seluruh biaya pendidikan (SPP, akomodasi, dan konsumsi) ditanggung oleh Pondok Modern Darussalam Gontor dan donator.

Persyaratan Peserta

  1. Dapat berbahasa Arab dan Inggris secara aktif.
  2. Bersedia bermukim di dalam asrama.
  3. Merupakan utusan organisasi keagamaan.
  4. Minimal berijazah S1.
  5. Melengkapi persyaratan lainnya.

Lamaran dikirim ke alamat: Program Kaderisasi Ulama, Kampus Pusat Universitas Darussalam Gontor, Demangan, Siman, Ponorogo, 63471. Telp: 0352 488220, fax: 0352 482425.