Program Studi ini mengembangkan keilmuan ushul (ushuluddin) sebagai basis integrasi ilmu-ilmu, sekaligus sebagai basis teologis-metafisis dalam pengembangan ilmu. Aqidah sebagai dasar dari ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, tidak semestinya melulu bersifat doktriner atau berdasarkan dalil naqli saja, akan tetapi juga berdasarkan dalil aqli. Dalam konteks kekinian, kajian aqidah seharusnya dikaitkan dengan sains, sebab di dalam aqidah Islam yang hakikatnya rasional (aqidah fikriyah) terkandung aspek-aspek ilmu pengetahuan. Demikian sebaliknya, di dalam sains seharusnya terdapat aspek-aspek aqidah. Oleh sebab itu, dalam progrm studi ini, aqidah dikaji secara sistemik melalui buku-buku turats agar mahasiswa dapat memahami beberapa konsep penting dalam worldview Islam. Selain itu, aqidah juga dikaji dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer, sehingga aqidah secara keilmuan dapat menjadi bersifat fungsional. Dengan kajian seperti itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya dapat membaca secara kritis konsep-konsep dan faham-faham asing yang merupakan tantangan pemikiran Islam, tetapi juga mampu menyeleksi, mengadopsi, dan mengintegrasikannya ke dalam pemikiran Islam untuk kemudian melakukan Islamisasi terhadap konsep-konsep tersebut. Dengan demikian, aqidah Islam, baik sebagai ajaran (doktrin) maupun sebagai ilmu, merupakan asas (ashl) kehidupan beragama dan pengembangan ilmu pengetahuan Islam.

Mata Kuliah

Worldview Islam, Ilmu Kalam, Tauhid dan Peradaban Islam, Filsafat Islam, Integrasi Aqidah dan Syari’ah, Aqidah dan Akhlaq, Isu-Isu Kalam Kontemporer, Metafisika Islam, Aqidah dan Sains, Islam dan Ideologi Kontemporer.