Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor ikut Seminar Gerakan Nasional Non Tunai di Bandung

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor ikut Seminar Gerakan Nasional Non Tunai di Bandung

BANDUNG –  Program Studi Ilmu Komunikasi (ILKOM) mengutus  2 mahasiswa semester 4 untuk menghadiri seminar Gerakan Nasional Non Tunai, Gerakan Pembaruan Indonesia, hari Kamis (21/1/2016). Utusan mahasiswa Mahasisawa ILKOM unida sekaligus mewakilkan Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) dan PERHUMAS MUDA BPC Pawitandirogo.

Kegiatan Seminar ini diselenggarakan oleh PERHUMAS BPC Bandung bekerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat menyelenggarakan PR for SMEs (Small Medium Enterprise): Gerakan Nasional Non Tunai, Gerakan Pembaruan Indonesia. Perserta yang hadir sekitar 150 partisipan terdiri dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) binaan, akademisi ilmu komunikasi, praktisi hubungan masyarakat, dan lainnya. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ibu N. Nurlaela Arief, Ketua Perhumas BPC Bandung.

Kegiatan ini betujuan untuk memberikan inspirasi kepada UMKM, berbagi pengetahuan terkait kehumasan, sehingga usaha mikro lebih siap dan mampu eksis baik di pasar nasional dan global. “Salah satu tips untuk UKM dari sisi humas adalah harus meningkatkan inovasi hasil produk, memahami customer, memiliki jejaring yang baik, termasuk mengelola hubungan dengan media serta menggunakan saluran komunikasi efektif melalui media sosial,” papar Ibu N. Nurlaela.

Dalam kegiatan yang bertempat di Aula Bank Indonesia Jl Braga No 108, Kota Bandung ini hadir sebagai pembicara adalah Rosmaya Hadi (Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat), Hakim Putratama (Senior VP PT Bank Jabar Banten), serta Prof. Neni Yulianita (Guru Besar Ilmu Komunikasi Unisba).

Ada banyak manfaat transaksi non-tunai yang dikampanyekan Bank Indonesia. Selain lebih aman dan nyaman, transaksi non-tunai lebih cepat sehingga perputaran bisnis bisa lebih kencang. Ujung-ujungnya, ekonomi akan lebih efisien dan bergerak lebih cepat. Transaksi non-tunai juga lebih transparan dan akuntabel lantaran setiap transaksi tercatat dan terlacak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *