2 Mahasiswa HI UNIDA Gontor mengadakan Pertemuan Konsultatif dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M Fachir.

2 Mahasiswa HI UNIDA Gontor mengadakan Pertemuan Konsultatif dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M Fachir.

Jakarta – Dalam rangka menyelesaikan progam sarjana bagi program studi Hubungan Internasional (HI) di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, segenap mahasiswa diwajibkan oleh untuk mengadakan program magang sebagai salah satu syarat utama dalam mengembangkan keilmuan dan menuju sarjana ilmu hubngan internasional yang aktif, produktif, dan professional khususnya dalam dunia kerja. Di UNIDA Gontor, umumnya setiap program studi yang ada melaksanakan program pemagangan atau kerja minimal sebulan atau dua bulan di beberapa lembaga dan instansi terkait, seperti kementrian dan organisasi yang ada di luar kampus. Proses pembelajaran yang didapatkan ketika magang pun berbeda ketika belajar di dalam kelas, yang di mana kelimuan lebih terasa dan teraktualisasikan dalam praktik kerja dan mampu memaksimalkan potensi mahasiswa terkait dalam dunia kerja.

Hingga hari ini, 2 mahasiswa hubungan internasional yang sedang melakukan magang di Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, mereka adalah Muhammad Akbar Rahmadi dan Maulana Luqman Firdaus. Mereka melakukan magang di direktorat yang berbeda, bagi saudara Akbar di Direktorat Asia Selatan dan Tengah, sedangkan saudara Maulana Luqman Firdaus di Direktorat Kerjasama Internasional ASEAN. Semuanya berada di bawah Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia, yang berlokasi pada Jalan Pejambon No.6 Senen, Jakarta Pusat, Indonesia.

Satu hal yang menjadikan momen berharga mereka pada saat magang yaitu, mengadakan pertemuan konsultatif dengan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Bapak A.M Fachir di kantor Wakil Menteri Luar Negeri Lantai 3 Kemenlu. Pertemuan diadakan bersama dengan satu mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang dan satu lagi dari Universitas London School of Public Relations. Pertemuan ini sifatnya non-formal, serta membahas mengenai arah politik luar negeri yang bebas dan aktif, serta berlandaskan pada amanat undang-undang dasar 1945, yang beradasarkan pada keaktifan Indonesia dalam menciptakan keadilan dan ketertiban, menuju perdamaian dunia.

Menurut beliau, apa yang telah Indonesia capai hingga saat ini ialah salah satu bentuk dari usaha untuk melaksanakan secara tuntas terhadap amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menolak penjajahan dan perbudakan di seluruh dunia. Indonesia juga sangat berperan penting dalam keikutsertaan dalam kontribusi perdamaian dunia, maka dari itu, Indonesia tetap memberi bantuan di ke beberapa negara konflik termasuk Myanmar. Atas landasan penolakan terhadap krisis kemanusiaan di Myanmar, Indonesia terus memberikan bantuan kepada masyarakat Rohingya.

Di sisi lain, apa yang beliau sampaikan juga sejalan dengan Islam sebagai agama Rahmatan lil’Alamin yang dibawa oleh Nabi Muhammad ratusan abad yang lalu. Islam dengan tegas menolak dengan tegas akan penjajahan dan perbudakan. Maka dari itu, Indonesia tetap berjuang secara proaktif dan produktif dalam menegakkan perdamaian dunia.

Di akhir sesi, mahasiswa yang mengadakan pertemuan mengadakan sesi perfotoan dan kembali ke tugas masing-masing. Inti dari pertemuan tersebut yang dapat kita ambil pelajaran ialah, bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang tetap berperan penting dalam menciptakan perdamaian dunia, baik di wilayah konflik termasuk Palestina dan Myanmar di beberapa hari terakhir ini. Selain itu, sebagai warga negara yang baik dan muslim sejati, para pelajar Muslim tentunya harus mempelajari agamanya dengan baik dan benar, sebagai salah satu pedoman penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama sebagai pondasi utama, begitu pun dalam Pancasila, yang meletakkan sila ketuhanan dalam sila pertama. Hingga, kehidupan yang harmonis dalam keberagaman pun dapat kita ciptakan dalam bingkai persatuan, sebagaimana tertera di sila ketiga Pancasila demi menciptakan keadilan di masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *